Karet

RHD. Hevea brasiliensis  merupakan tanaman penghasil  utama karet alam di dunia, itu sebab tanaman yang berasal dari Amerika Selatan ini dikenal dengan nama pohon Karet di Indonesia. Getah merupakan bagian dari pohon Karet yang dimanfaatkan manusia, sehingga banyak dibudayakan warga. Di Sulawesi-selatan secara historis   masyarakat pada beberapa kecamatan di kabupaten Bulukumba, merupakan bagian dari warga Indonesia yang memiliki keakraban dan kedekatan dengan tanaman ini.

Di sekitar Rumah Hijau Denassa (RHD) pohon karet merupakan tanaman yang tidak umum karena  sangat jarang ditemukan, meskipun produk  olahan berbahan lateks dari tanaman ini sangat akrab dengan warga.  Pengetahuan bahwa sebagian karet terbuat dari bahan yang disadap dari pohon hanya diperoleh di bangku sekolah, teve, dan bahan bacaan tapi secara langsung banyak yang belum pernah melihat tanaman ini.

Meskipun warag sekitar RHD  belum akrab dengan tanaman ini, kami tetap sering menggunakan getah untuk berbagai kebutuhan. Sejak lama  kami memanfaatkan pohon lain yang menghasilkan getah seperti Nangka, Taeng (Tippulu), Sukun, dan Gamasi. Getah itu lazimnya  untuk merekatkan atau dijadikan sebagai penggetah burung.

Untuk melengkapi media edukasi bagi warga, komunitas, dan pengunjung sejak awal pendirian kami telah berusaha menemukan tanaman ini untuk ditanam di RHD, hingga pada  tahun 2008 saya berkesempatan membawa sebatang benih  Karet dari taman buah Mekarsari di Bogor, tanaman itu telah berhasil tiba di Borongtala, sayang pohon ini belum berhasil tumbuh.  Kami sukses menanam pohon ini  pada tahun 2011, ketika Eka Istikamah, salah seorang relawan RHD  yang berasal dari Bulukumba dan tinggal dekat perkebunan Karet London Sumatera (Lonsum), membawa puluhan bibit tanaman ini.  Sejak itu beberapa batang karet telah berhasil ditanam di RHD.

RHD. Benih pohon Karet dan Petai saat tiba di RHD dari Bulukumba (01/06/14).

RHD. Benih pohon Karet dan Petai saat tiba di RHD dari Bulukumba (01/06/14).

Pada 2014, ketika RHD melaksanakan Outing Class di Kacibo, desa Swatani, kecamatan Rilau Ale, saya dan Fadil Denassa kembali menambah koleksi tanaman ini dengan mengumpulkan puluhan bibit di Sampeang, areal perkebunan Karet yang dikelola Lonsum, ketika itu kami ditemani .  Benih tersebut sekarang sudah dirawat di Nursery RHD. (Darmawan Denassa)

There are no comments yet, add one below.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*