Kembalinya Paria Belut

RHD.  Rumah Hijau Denassa (RHD) Gowa sejak 2008 silam telah menanam Paria Belut (Trichosanthus cucumerina). Koleksi tanaman ini asal benihnya dari kebun buah Mekarsari, Cileungsih, Bogor dibawa Darmawan Denassa. Sejak 2009 hingga 2015 RHD berhasil membiakkan tanaman ini, kemudian dibagikan ke warga yang berminat menanam tanaman yang berbuah menjuntai hingga 180 cm ini. Sayang pada musim hujan 2015 lalu kebun RHD tempat menanam paria belut dilanda banjir saat buahnya masih muda, tanaman yang ada di kebun termasuk paria membusuk sebelum panen.

RHD. Buah Paria Belut di Rumah Hijau Denassa (08.2017)

RHD. Buah Paria Belut di Rumah Hijau Denassa (08.2017)

Sejak itu kami kehabisan benihnya. Mencari benih paria ini cukup sulit. Denassa telah mendatangi beberapa orang yang pernah menerima benih dari RHD di Gowa dan sekitarnya, namun mereka juga telah kehabisan benih. Hingga awal 2017 ini kami kembali mendapatkan benih Paria Belut dari Majene, Sulawesi Barat. Sejak 2013, Denassa memberikan beberapa biji benih pada warga Sulbar yang kemudian berkembang dan ditanam warga meski tidak menetap warga yang tanam.

Paria ini belum begitu populer dikonsumsi warga di Sulsel dan Sulbar. Umumnya mereka tidak lazim dengan ukuran buah yang panjang mirip ular. Sebagian besar menanam karena tertarik dengan keunikan buahnya, tapi jarang mereka konsumsi.

Kini paria belut kembali tumbuh dan berbuah di RHD setelah sempat menghilang selama dua tahun.

There are no comments yet, add one below.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*