Kupu-Kupu Raja di RHD

RHD. Ketersediaan area yang mendukung perkembangbiakan aneka kekayaan hayati khususnya fauna di Rumah Hijau Denassa (RHD) menjadikan aneka satwa nyaman berada dalam kawasan konservasi ini. Kupu-kupu merupakan mata rantai pertama dalam ekosistem, karena menjadi sumber pakan pertama dalam mata rantai itu. Keberadaan kupu-kupu dapat memancing satwa lain datang sehingga  keanekaragaman hayati akan lebih meningkat.

Kupu-kupu Raja sub spesies Troideshelena hephaest di Rumah Hijau Denassa (RHD) Foto; Darmawan Denassa

Kupu-kupu Raja sub spesies Troideshelena hephaest di Rumah Hijau Denassa (RHD) Foto: Darmawan Denassa

Akhir Agustus tahun 2016 ini di RHD terbang beberapa ekor kupu-kupu Kuning Hitam Troideshelena hephaest yang merupakan jenis endemik Sulawesi. Troideshelena dikenal  dengan nama lain Common Birdwing  dengan tujuh belas subspsies. Kupu-kupu ini  masuk dalam kategori kupu-kupu yang terancam punah.

Troideshelena merupakan spesies kupu-kupu besar dideskripsikan pertama kali  pada tahun 1758 oleh Linnaeus. Kupu-kupu ini memiliki bentangan sayap antara 13 sampai 17 cm. Perbedaan mencolok antara jantan dan betina adalah, kupu-kupu betina memiliki tubuh yang lebih besar daripada kupu-kupu jantan. Lazimnya  tubuh dan sayap berwarna gelap dengan sayap bagian bawah berwarna kuning keemasan berbintik hitam.

Menyebar di ecozone Australasia_ ndomalaya. Dapat ditemukan di Nepal, India, Bangladesh, Myanmar, daerah timur dan semenanjung Malaysia, Indonesia, Laos, Kamboja, Thailand, Vietnam, daerah selatan China termasuk Hainan, dan Hong Kong.
Di Indonesia, Common Birdwing atau biasa disebut kupu-kupu raja dapat ditemukan di Sumatera, Nias, Enggano, Jawa, Bawean, Pulau Kangean, Bali, Lombok, Sumbawa, Bunguran (Natuna), Sulawesi, Butung, Tukangbesi, Kalimantan dan Brunei■

 

 

There are no comments yet, add one below.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*