Siswa SDN Bontonompo Belajar Lingkungan di RHD

RHD. 28 Maret 2018, pagi bergerak menuju siang ketika sekelompok anak usia 11 tahun memasuki gerbang depan Rumah Hijau Denassa (RHD), mereka berjumlah sembilan orang disampingi seorang guru. Sebelumnya saya mendengar suara kendaraan  berhenti di seberang RHD, sebuah mobil pick up dengan tanda  lampu seng  menyala dengan yang khas, lazimnya suara itu hanya dimiliki suara mobil besar.

Saya sedang menyapu halaman depan saat itu, ketika gurunya datang minta maaf karena datang tiba-tiba. “Kami ingin belajar disini” kata lelaki muda berbadan tegap, yang kemudian saya dengar  Anto ketika menyebut namanya. Sembilan anak itu dua diantaranya saya kenal karena tiga hari sebelumnya berkunjung ke RHD, “Seperti yang saya sampaikan waktu datang, kami akan kesini belajar” tegas Mammeng, salah satu anak yang pernah datang.

Sebenarnya kedatangan mereka mendadak, tidak ada penyampaian sebelumnya. Aktifitas membersihkan saya jeda, lalu minta mereka melanjutkan dengan bersama membersihkan Jalan Tammate. Saya kemudian ganti baju.

Beberapa saat kemudian kami berkumpul di tempat diskusi, saya telah membawa tempat sampah organik berisi sisa makanan dan kulit buah untuk bahan membuat bipori. Beberapa lembar pembungkus isi ulang minyak gorek  untuk bahan ajar memanfaatkan sampah sebagai wadah tanaman. Telah tersedia pula linggis, pelobang, kayu pembersih tanah untuk alat membuat bipori.

Kami menuju Pelataran Karannuang dengan menyusuri Jalan Tammate. Mulai membuat lobang dan menaikkan tanah, sebelumnya saya jelaskan cara membuat bipori, sedangkan manfaat kami berikan setelah mereka terlibat proses hingga menurunkan sisa makanan dan daun ke dalam lubang.

RHD. Membuat Biopori Bersama Siswa SDN Bontonompo di Area Konservasi Selatan, Rumah Hijau Denassa (RHD) 28.03.2018

RHD. Membuat Biopori Bersama Siswa SDN Bontonompo di Area Konservasi Selatan, Rumah Hijau Denassa (RHD) 28.03.2018

Sembilan peserta didik SDN Bontonompo kemudian ikut mengisi bekas wadah minyak goreng dengan tanah. Mereka antusias menerima penjelasan bahaya sampah plastik jika jatuh ketanah, waktu yang dibutuhkan agar bisa terurai, hingga dampak yang dapat ditimbulkan pada lingkungan jika dibiarkan langsung jika dibuang sembarang, jatuh kesumber air, sampai ke laut, atau tertanam ke dalam tanah.

 

Kegiatan belajar berakhir pukul 10.57 Wita. Para peserta kemudian kembali ke sekolah■

 

 

There are no comments yet, add one below.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*