{"id":1202,"date":"2013-10-05T12:27:11","date_gmt":"2013-10-05T12:27:11","guid":{"rendered":"https:\/\/rumahhijaudenassa.fasttrack.co.id\/?p=1202"},"modified":"2013-10-05T12:27:11","modified_gmt":"2013-10-05T12:27:11","slug":"burung-pote","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/rumahhijaudenassa.org\/?p=1202","title":{"rendered":"Burung Pote"},"content":{"rendered":"<p>RHD. Burung Pote merupakan salah satu burung endemik Sulawesi. \u00a0Pote (Makassar) bermakna cerewet. \u00a0Dalam bahasa Indonesia \u00a0burung ini \u00a0dikenal dengan nama Pelanduk Sulawesi (Trichastoma celebense).<\/p>\n<figure id=\"attachment_1203\" aria-describedby=\"caption-attachment-1203\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/rumahhijaudenassa.fasttrack.co.id\/wp-content\/uploads\/2013\/10\/rhd-burung-pote.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-1203  \" title=\"Burung Pote atau Pelanduk Sulawesi (Trichastoma celebense) di Rumah Hijau Denassa (RHD).\" alt=\"Burung Pote atau Pelanduk Sulawesi (Trichastoma celebense) di Rumah Hijau Denassa (RHD).\" src=\"https:\/\/rumahhijaudenassa.fasttrack.co.id\/wp-content\/uploads\/2013\/10\/rhd-burung-pote-315x182.jpg\" width=\"300\" height=\"173\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-1203\" class=\"wp-caption-text\">Sepasang Burung Pote atau Pelanduk Sulawesi (Trichastoma celebense) di Rumah Hijau Denassa (RHD).<\/figcaption><\/figure>\n<p><!--more--><\/p>\n<p>Ciri fisik bagian atas badannya berwarna merah \u00a0bercampur warna karat zaitun agak coklat. Warna bagian tunggir dan ekor lebih gelap, sedangkan bagian bawah tubuhnya lebih terang. Sisi badannya berwarna kecokatan. Bagian tenggorokan bercoret terang. Bagian bawah keputih-putihan dan dada berwarna lebih abu-abu.<\/p>\n<p>Pote jenis burung liar yang tergolong \u00a0pemalu. Hidup di semak-semak, \u00a0pucuk-pucuk bambu kering, dan pepohonan rindang. \u00a0Senang minum di genangan air bersih. Burung ini pandai menyembunyi sarang.<\/p>\n<p>Meski \u00a0pada siang hari sesekali bersuara,\u00a0lazimnya suara riuhnya terdengar di pagi dan sore hari. \u00a0Burung \u00a0jantan yang mengeluarkan, sedangkan betina lebih sering diam. Burung Pote \u00a0hidup berpasangan, pengalaman kai di Rumah Hijau Denassa (RHD) ia selalu bersama.<\/p>\n<p>Burung ini mulai jarang ditemukan di sekitar Bontonompo. \u00a0Kurangnya areal yang mendukung habitatnya menjadi tantangan bagi Pote untuk hidup. Selain itu burung ini diburu untuk di konsumsi. Asosiasi kata <em>Pote<\/em> mendorong warga menangkapnya lalu diberikan kepada anak-anak balita untuk dikonsumsi. Tujuannya agar anak yang memakan bisa cepat pote (bicara) atau menjadi pandai bicara dan cerewet.<\/p>\n<p>Kami pernah menemukan sarang burung Pote di batang pohon Aren (Arenga Pinnata), dengan seekor anaknya, tanpa sengaja. Setelah mengetahui kami melihat sarang itu, induknya tidak mau ke sarang itu lagi. \u00a0Dengan pengalaman ini kami lebih hati-hati jika bertemu dengan Pote, agar tidak merasa terusik dan pergi dari sekitar RHD. \u00a0Meski kami temui sedang minum di wadah-wadah air di RHD, kami belajar untuk cuek agar mereka terbiasa dan tidak merasa terusik. (Darmawan Denassa).<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>RHD. Burung Pote merupakan salah satu burung endemik Sulawesi. \u00a0Pote (Makassar) bermakna cerewet. \u00a0Dalam bahasa&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":1203,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7,5],"tags":[],"class_list":["post-1202","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hewan","category-koleksi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/rumahhijaudenassa.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1202","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/rumahhijaudenassa.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/rumahhijaudenassa.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rumahhijaudenassa.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rumahhijaudenassa.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1202"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/rumahhijaudenassa.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1202\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rumahhijaudenassa.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1203"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/rumahhijaudenassa.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1202"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/rumahhijaudenassa.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1202"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/rumahhijaudenassa.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1202"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}