{"id":125,"date":"2011-09-13T07:32:00","date_gmt":"2011-09-13T07:32:00","guid":{"rendered":"https:\/\/rumahhijaudenassa.fasttrack.co.id\/puluhan-burung-cui-cui-berkujung-ke-rhd.html"},"modified":"2013-07-06T10:04:23","modified_gmt":"2013-07-06T10:04:23","slug":"puluhan-burung-cui-cui-berkujung-ke-rhd","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/rumahhijaudenassa.org\/?p=125","title":{"rendered":"Puluhan Burung Cui-Cui Berkujung ke RHD"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"http:\/\/4.bp.blogspot.com\/-SbOiV4H01hI\/Tm8JiAeCz3I\/AAAAAAAAAHI\/YabaC0-S9Pk\/s1600\/Cui-Cui%2BHijau.jpg\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/rumahhijaudenassa.fasttrack.co.id\/wp-content\/uploads\/2011\/09\/Cui-Cui%2BHijau.jpg\" border=\"0\" alt=\"\"><\/a><br \/><span><\/p>\n<p><span><b><span>RHD<\/span><\/b>. Sebab jarang terlihat di <span><b>Rumah Hijau Denassa<\/b><\/span> (<b><span>RHD<\/span><\/b>) <span> <\/span>dan<span>  <\/span>di kampung <span> <\/span>sekitar, saya pernah kwatir dengan habitat burung Cui-Cui Hijau.<span> <\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span><\/span>Jenis burung ini sejak beberapa tahun terakhir ditangkap dan diperdagangkan. Saya pernah melihat di pasar burung samping Kantor Pos Besar Makassar, seseorang memborong burung Cui-cui Hijau untuk kebutuhan <span> <\/span><\/span><span>ritual. <\/span><\/p>\n<p><span><br \/><\/span><\/p>\n<p><span><span> <\/span>Ciri-ciri burung ini memiliki badan dengan panjang tujuh hingga<span>  <\/span>10 centimeter, bermata hitam dengan garis putih penuh dipinggirnya. Saya beri nama burung cui-cui Hijau karena seluruh bulunya <span> <\/span>berwarna hijau dengan kombinasi warna hijau muda dan hijau tua. Sedangkan nama <i>cui-cui<\/i> memang<span>  <\/span>sudah sejak lama masyarakat di sekitar RHD memberikan nama itu, kemungkinan besar diambil untuk mewakili <span> <\/span>suara jenis burung ini karena didominasi dengan bunyi <i>cui-cui.<\/i><\/span><\/p>\n<p><span><i><br \/><\/i><\/span><\/p>\n<\/p>\n<\/p>\n<p><span> <\/span><\/p>\n<p><span>Beberapa jenis burung oleh masyarakat dengan nama cui-cui karena memiliki kemiripan bentuk tubuh dan suara. Dari beberapa<span>  <\/span>jenis burung ini, Cui-Cui Doke merupakan jenis yang paling jarang terlihat sejak lama. Perbedaannya dari burung lain pada dada Cui-cui Doke terdapat warna merah menyala seperti warna jantung pisang (doke). Sedangkan yang memiliki populasi terbanyak adalah Cui-Cui Hijau, tapi itu beberapa tahun lalu sekarang sudah mulai jarang terlihat.<\/span><\/p>\n<p><span><br \/><\/span><\/p>\n<p><span> <\/span><\/p>\n<p><span>Pagi ini<span>  <\/span>(13\/9) kami sekeluarga dikagetkan dengan kedatangan puluhan Burung Cui-Cui dari jenis Hijau dan Coklat. Jumlah mereka antara 60-80 ekor. Mereka mengerumuni beberapa pohon koleksi RHD yang saat ini tengah berbunga dan<span> <\/span>berbuah.<\/span><\/p>\n<p><span><br \/><\/span><\/p>\n<p><span>Mereka ramai mengeluarkan suara yang khas <span> <\/span>di pohon Buti-Buti, Bingkuru, Markisa, Kaleleng, dan Kersen. Memakan buah-buahan dan serangga di pohon-pohon itu. Suara mereka cukup riuh seperti kegirangan. <span> <\/span>Kami mengabadikan kunjungan mereka dengan <i>handycam<\/i> dan memotrennya dari dalam rumah. Kami<span> <\/span>tidak berani mendekati, kwatir mereka terusik dan tidak ingin ke RHD lagi. Jenis burung ini memang agak liar.<\/span><\/p>\n<p><span><br \/><\/span><\/p>\n<p><span>Selain jenis cui-cui, burung lain yang rutin berada di RHD antara lain Kutilang, Pipit, dan Pote. <span> <\/span>Bahkan mereka membuat sarang dibeberapa pohon tertentu. Aturan di RHD hewan tidak diizinkan diganggu. Kami amati dengan <span> <\/span>aturan ini hewan-hewan<span> <\/span>merasa nyaman di RHD, bahkan beberapa diantaranya bisa berkembang biak dengan tenang. (Darmawan Denassa, <i>Pendiri Rumah Hijau Denassa)<\/i><\/span><\/p>\n<p><span><i><br \/><\/i><\/span><\/p>\n<p><span><span>Keterangan gambar diunggah dari http:\/\/kicauburungnusantara.blogspot.com\/2011\/02\/membedakan-jantan-dan-betina-pleci-dan.html&#038;docid=iKzgTTFqgUfZzM&#038;w=335&#038;h=247&#038;ei=ZAxvTtWHJoSGrAe87YyJBw&#038;zoom=1<\/span><\/span><\/p>\n<div><span><br \/><\/span><\/div>\n<p><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>RHD. Sebab jarang terlihat di Rumah Hijau Denassa (RHD) dan di kampung sekitar, saya pernah&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":774,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[12],"tags":[],"class_list":["post-125","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/rumahhijaudenassa.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/125","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/rumahhijaudenassa.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/rumahhijaudenassa.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rumahhijaudenassa.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rumahhijaudenassa.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=125"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/rumahhijaudenassa.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/125\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rumahhijaudenassa.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/774"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/rumahhijaudenassa.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=125"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/rumahhijaudenassa.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=125"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/rumahhijaudenassa.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=125"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}