{"id":1526,"date":"2014-09-28T22:32:28","date_gmt":"2014-09-28T22:32:28","guid":{"rendered":"https:\/\/rumahhijaudenassa.fasttrack.co.id\/?p=1526"},"modified":"2014-09-28T22:32:28","modified_gmt":"2014-09-28T22:32:28","slug":"cara-efektif-membibit-timun","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/rumahhijaudenassa.org\/?p=1526","title":{"rendered":"Cara Efektif Membibit Timun"},"content":{"rendered":"<p>RHD. Timun, Ketimun, atau Mentimun (Cucumis sativus L.) \u00a0secara lokal dikenal dengan nama Bonte (Makassar dan Bugis) \u00a0tergolong tanaman cucurbitaceae (labu-labuan). Timun salah satu tanaman yang telah ditanam di kebun Rumah Hijau Denassa (RHD) sejak tahun 2008 silam. Menyapi benih telah menjadi \u00a0kebiasaan warga sekitar RHD dalam bertanam timun sejak puluhan tahun silam.<\/p>\n<p>RHD sejak 2008 hingga Juni 2014 \u00a0menpraktikkan kebiasaan warga dalam membibit tanaman ini yakni diawali dengan merendam benih antara lima\u00a0hingga 12 jam dalam air, kemudian menaburnya dalam selembar batang pisang yang telah dihilangkan bagian dalamnya, kemudian menaburinya dengan tanah bercampur rumen sapi dan sedikit pasir. Dari pengalaman melakukan cara ini benih yang ditabur tidak pernah tumbuh 90 persen, biasanya hanya sampai 70 persen, bahkan terakhir tidak ada yang tumbuh (Juni 2014).<\/p>\n<figure id=\"attachment_1527\" aria-describedby=\"caption-attachment-1527\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/rumahhijaudenassa.fasttrack.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/09\/rhd-benih-timun-28092014-p-1.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-1527 size-medium\" src=\"https:\/\/rumahhijaudenassa.fasttrack.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/09\/rhd-benih-timun-28092014-p-1-315x210.jpg\" alt=\"RHD. Benih Timun (Bonte) dapat tumbuh dengan baik dengan cara ini (Foto: RHD).\" width=\"300\" height=\"200\" srcset=\"https:\/\/rumahhijaudenassa.org\/wp-content\/uploads\/2014\/09\/rhd-benih-timun-28092014-p-1-315x210.jpg 315w, https:\/\/rumahhijaudenassa.org\/wp-content\/uploads\/2014\/09\/rhd-benih-timun-28092014-p-1.jpg 777w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-1527\" class=\"wp-caption-text\">RHD. Benih Timun (Bonte) dapat tumbuh dengan baik dengan cara ini (Foto: RHD).<\/figcaption><\/figure>\n<p>Awal September 2014 kami coba membenih dengan mengganti wadah berbentuk nampan yang telah dilubangi bagian bawahnya, kemudian diisi dengan media tanam yang tetap sama dengan cara pertama. Benih kami rendam hanya dua jam lalu kami tabur pada wadah dan menutupinya dengan media sama. Pada bagian atas ini taburan media tanam hanya sebatas menutupi benih, karena wadah telah diisi media tanam hingga hampir penuh.\u00a0Wadah kemudian disiram air kemudian ditutupi dengan kertas koran dan disimpan hingga dua hari.<\/p>\n<p>Pada hari kedua benih kami siram kembali dengan terlebiih dahulu membuka kertas koran dan menutup kembali setelah cukup basah. Saat itu\u00a0telah terlihat kecambah pada benih. Penutup kami buka dan tidak digunakan lagi setelah benih tiga hari.<\/p>\n<p>Dari pengalaman ini, benih berhasil menumbuhkan hingga 95 persen. Cara ini kami uji coba pada benih lain seperti tomat, labu, dan paria hasilnya juga lebih baik dari cara yang kami praktikkan sebelumnya. (*)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>RHD. Timun, Ketimun, atau Mentimun (Cucumis sativus L.) \u00a0secara lokal dikenal dengan nama Bonte (Makassar&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":1527,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[],"class_list":["post-1526","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nursery"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/rumahhijaudenassa.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1526","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/rumahhijaudenassa.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/rumahhijaudenassa.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rumahhijaudenassa.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rumahhijaudenassa.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1526"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/rumahhijaudenassa.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1526\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rumahhijaudenassa.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1527"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/rumahhijaudenassa.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1526"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/rumahhijaudenassa.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1526"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/rumahhijaudenassa.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1526"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}