{"id":1666,"date":"2015-02-01T13:04:49","date_gmt":"2015-02-01T06:04:49","guid":{"rendered":"https:\/\/rumahhijaudenassa.fasttrack.co.id\/?p=1666"},"modified":"2015-02-04T13:58:52","modified_gmt":"2015-02-04T06:58:52","slug":"menyusuri-sisa-hutan-di-bajiminasa-bulukumba","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/rumahhijaudenassa.org\/?p=1666","title":{"rendered":"Menyusuri Sisa Hutan Bajiminasa di Bulukumba"},"content":{"rendered":"<p>RHD. Dalam kunjungan ke Bulukumba, \u00a0saya dan Akbar Alimuddin, relawan Rumah Hijau Denassa (RHD) mengunjungi sisa hutan di desa Bajiminasa, kecamatan Rilau Ale. \u00a0Bajiminasa merupakan desa yang berjarak sekitar 27 km utara kota Bulukumba.<\/p>\n<p>Rilau Ale, nama kecamatan berasal dari bahasa Bugis yang bermakna disebelah hutan. Nama ini diberikan karena dahulu\u00a0 wilayah ini berdekatan dengan hutan, bahkan \u00a0terdapat banyak hutan di desa dan kampung di kecamatan ini, namun saat ini hutan sudah sulit ditemukan. Yang bisa kita temui sisa spot yang menyisakan beberapa tanaman penting\u00a0di tepi kebun dan sawah warga. \u00a0Seperti di Gowa dan daerah lainnya \u00a0spot seperti ini tidak bisa dijamin sampai kapan bisa tetap ada, karena lahan-lahannya telah diklaim warga. Mereka dapat menebang pohon besar yang telah \u00a0memproduksi benih dan bisa menjadi indukan tanaman \u00a0baru. Pemilik lahan bisa \u00a0membabatnya dan merubahnya menjadi ladang atau sawah kapan pun mereka mau.<\/p>\n<p>Saya lebih sering dan lebih \u00a0giat mengunjungi dan masuk spot seperti ini, dibanding masuk hutan lindung untuk menemukan flasma nutfah. Hutan lindung masih masih bisa diharapkan karena masih sering diperhatikan Jagawana, sedangkan spot seperti ini \u00a0kondisinya di ujung tanduk, sangat jarang menemukan dalam keadaan 30% menyimpan plasma nutfah alaminya.<\/p>\n<p>Seperti halnya Ahad pagi hari ini (25\/01\/2015) sebelum kembali ke Gowa kami menyusuri kebun-kebun warga dan pematang sawah. Melintasi anak sungai yang terbentuk dari kaki persawahan menuju ke tepian rimbun pohon yang berada di bawa puncak bukit.\u00a0Pada lahan yang dirimbuni Arenga Pinnata (Enau) kami temukan rotan betina, Muni-muni, \u00a0Biruppa, Karabotu, dan beberapa tanaman lain.<\/p>\n<figure id=\"attachment_1667\" aria-describedby=\"caption-attachment-1667\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/rumahhijaudenassa.fasttrack.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/Muni-muni-tanaman-sejenis-Katimbang-dan-Panasa-di-Hutan-Bajiminasa-Bulukumba-25.01.2015.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-1667\" src=\"https:\/\/rumahhijaudenassa.fasttrack.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/Muni-muni-tanaman-sejenis-Katimbang-dan-Panasa-di-Hutan-Bajiminasa-Bulukumba-25.01.2015-315x131.jpg\" alt=\"Muni-muni tanaman sejenis Katimbang dan Panasa di Hutan Bajiminasa Bulukumba (25\/01\/2015)\" width=\"300\" height=\"125\" srcset=\"https:\/\/rumahhijaudenassa.org\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/Muni-muni-tanaman-sejenis-Katimbang-dan-Panasa-di-Hutan-Bajiminasa-Bulukumba-25.01.2015-315x131.jpg 315w, https:\/\/rumahhijaudenassa.org\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/Muni-muni-tanaman-sejenis-Katimbang-dan-Panasa-di-Hutan-Bajiminasa-Bulukumba-25.01.2015.jpg 1016w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-1667\" class=\"wp-caption-text\">Muni-muni tanaman sejenis Katimbang dan Panasa di Hutan Bajiminasa Bulukumba (25\/01\/2015)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Muni-muni merupakan family\u00a0Zingiberaceae, tumbuhan ini merimpang dalam kerabat dekat dengan Panasa dan Katimbang. Selain berumbi menghasilkan buah yang muncul di atas tanah \u00a0berbentuk gerigi berbintang dengan bunga warna putih. Buahnya dikonsumsi terasa lebih manis dari Katimbang dan tidak panas seperti rasa buah Panasa.<\/p>\n<p>Kami juga mendapatkan benih Karabotu, tanaman berbintik pada daunnya yang memberi rasa gatal ketika disentuh. Selain itu di areal ini masih kami temukan Nyoro, Rita, Suriang, dan beberapa burung pekicau di pohon besar yang menjulang di atas bukit.<\/p>\n<figure id=\"attachment_1668\" aria-describedby=\"caption-attachment-1668\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/rumahhijaudenassa.fasttrack.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/Darmawan-Denassa-di-Sisa-Hutan-desa-Bajiminasa-kecamatan-Rilau-Ale-kabupaten-Bulukumba-25.01.2015.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-1668\" src=\"https:\/\/rumahhijaudenassa.fasttrack.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/Darmawan-Denassa-di-Sisa-Hutan-desa-Bajiminasa-kecamatan-Rilau-Ale-kabupaten-Bulukumba-25.01.2015-315x130.jpg\" alt=\"Mengambil anakan tumbuhan di Sisa Hutan desa Bajiminasa, kecamatan Rilau Ale,  kabupaten Bulukumba (25.01.2015)\" width=\"300\" height=\"124\" srcset=\"https:\/\/rumahhijaudenassa.org\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/Darmawan-Denassa-di-Sisa-Hutan-desa-Bajiminasa-kecamatan-Rilau-Ale-kabupaten-Bulukumba-25.01.2015-315x130.jpg 315w, https:\/\/rumahhijaudenassa.org\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/Darmawan-Denassa-di-Sisa-Hutan-desa-Bajiminasa-kecamatan-Rilau-Ale-kabupaten-Bulukumba-25.01.2015-1024x424.jpg 1024w, https:\/\/rumahhijaudenassa.org\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/Darmawan-Denassa-di-Sisa-Hutan-desa-Bajiminasa-kecamatan-Rilau-Ale-kabupaten-Bulukumba-25.01.2015.jpg 1049w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-1668\" class=\"wp-caption-text\">Mengambil anakan tumbuhan di Sisa Hutan desa Bajiminasa, kecamatan Rilau Ale, kabupaten Bulukumba (25.01.2015)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Kami keluar dari hutan ini setelah tiga jam menyusuri dan menemukan beberapa benih tanaman. Saya meninggalkannya dengan penuh harap, semoga kelak ketika diberi rezki \u00a0untuk mengunjunginya lagi, \u00a0hutan kecil dirimbuni daun aren ini masih belum dibabat dan dialihfungsikan. (Darmawan Denassa)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>RHD. Dalam kunjungan ke Bulukumba, \u00a0saya dan Akbar Alimuddin, relawan Rumah Hijau Denassa (RHD) mengunjungi&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":1667,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3,10],"tags":[],"class_list":["post-1666","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kegiatan","category-kunjungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/rumahhijaudenassa.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1666","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/rumahhijaudenassa.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/rumahhijaudenassa.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rumahhijaudenassa.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rumahhijaudenassa.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1666"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/rumahhijaudenassa.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1666\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rumahhijaudenassa.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1667"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/rumahhijaudenassa.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1666"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/rumahhijaudenassa.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1666"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/rumahhijaudenassa.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1666"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}