067 Bayur

RHD. Pohon Bayur (Pterospermum celebicum) merupakan koleksu tanaman nomor 067 di Rumah Hijau Denassa (RHD).  Dikenal dengan nama Bayoro dalam bahasa Makassar, merupakan pohon penghasil kayu kelas III sebagai bahan membuat rumah.  Memiliki cara tumbuh batang yang unik dimana dari batas batang merimpang akan tumbuh tunas muda lurus setinggi lima hingga tujuh meter.

Bunganya berwarna putih, bisa dikonsumsi dalam kultur Makassar. Menhasilkan buah yang terbungkus cangkang cukup keras yang terbelah saat matang, ketika terbuka saat masih di pohon, inti buah yang memiliki sayang pada satu sisinya akan dibawa angin dengan cara berputar sebagai benih yang berpotensi menjadi tanaman baru.

Kekhasan

Tumbuhan ini, salah satu jenis yang sudah ada sebelum pembangunan RHD, kami rawat sejak awal hingga berkembang dan menjadi pohon ibu sejak lima tahun setelah pendirian. Pada akhir 2007 ditahun pendirian, kami menemukan satu pasang cicak terbang (Draco sp), dari sepasang yang kami jaga inilah Cicak Terbang di RHD berkembang menjadi ratusan individu yang menyebar dalam kawasan dan area sekitarnya hingga saat ini. Pohon Bayur ini telah menjadi rumahnya, dan sepanjang hari akan terlihat sepasang bahkan lebih hampir disetiap hari.

Spesies

Awalnya hanya dikenal Pterospermum hanya kami kenali semuanya disebut javanicum, ternyata dalam perkembangan infromasi selanjutnya terdapat beberapa jenis salah satunya celebicum  serta beberapa spesies yang lain. Jenis P. celebicum merupakan jenis yang umum diperdagangkan, di sekitar Gowa dan Takalar serta daerah lain di Sulsel hingga Sulbar jenis kayu ini salah satu kayu yang disukai digunakan karena kuat sepanjang tidak basah atau menyentuh tanah saat digunakan.

Pertumbuhan

Hasil pengamatan kami pertumbuhannya sedang, tidak genjah dan tidak lambat, terpengaruh pada usur tanah disekitarnya serta naungan atau tapak disekitarnya. Tanaman ini belum dibudidaya secara luas seperti halmnya Jati (Tectona grandis), Jabon (Neolamarckia cadamba), Mahoni (Swietenia mahagoni), lazimnya tumbuh secara alami, dijaga, kemudian dipanen jika sudah besar.

Dokumentasi RHD

 

 

There are no comments yet, add one below.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*