Intensifkan Kelas Komunitas

RHD. Rumah Hijau Denassa (RHD) yang terletak di Borongtala Bontonompo Kab. Gowa,  mulai buka kelas komunitas untuk kegiatan menggambar, kesenian, interaksi, dan bahasa. Sejauh ini peserta yang ikut dalam kelas komunitas berasal dari usia Sekolah Dasar yang  berdomisili di sekitar RHD. Anak-anak yang rutin berkunjung berjumlah 20 orang mereka menanfaatkan liburan Ramadhan  berkumpul dan belajar bersama.
GAME. Kelas Komunitas bermain bersama Darmawan Denassa di Rumah Hijau Denassa (RHD)

GAME. Kelas Komunitas bermain bersama Darmawan Denassa di Rumah Hijau Denassa (RHD)

Kelas komunitas gambar diberikan secara gratis kepada peserta, mereka mengikuti alur yang telah disusun pendamping yang berjumlah lima orang. Setiap kelas dibarengi dengan penyengaran berupa permainan  agar tidak bosan mengikuti kelas  selain bermanfaat  menstimulasi peserta berkonstenrasi dan  melatih fungsi otak lebih optimal. 

Kelas komunitas ini bertujuan agar anak-anak memiliki kesempatan mengembangkan bakat dan minat, dalam nuansa dan metode yang berbeda dari suasana kelas yang mereka ikuti di sekolah asal mereka.  Peserta belajar bersama anak dengan usia dan asal sekolah yang berbeda.   

“Pembukaan kelas ini sebagai tindak lanjut dari kegiatan Outing Class yang terlaksana pada Mei 2011 silam. Siswa alumni outing class setiap bertemu dengan kami  senantiasa bertanya kapan diajak kembali ke RHD”  Darmawan Denassa. 

 
Beberapa waktu kedepan kelas bahasa untuk bahasa Inggris, Makassar, Bugis, dan Mandar akan dibuka.  Kegiatan kelas komunitas tetap menggunakan areal RHD sebagai tempat utama kegiatan. Peserta pada waktu-waktu tertentu akan diajak ke beberapa tempat lain seperti pantai, gunung, situs sejarah, atau menyusuri kampung  lainnya agar mereka mengenal alam, manusia, dan sejarah. 

 
Seluruh kelas terbuka bagi siapa saja yang ingin berkunjung, dengan ketentuan peserta dan pengunjung membuang sampah di tempat sampah secara terpilah sesuai jenis sampah. Menyayangi binatang koleksi RHD maupun yang masih liar seperti kupu-kupu, capung, burung, biawak, cicak terbang, dan lainnya.  Menjaga koleksi tanaman dengan tidak menginjak, memetik daun, bunga, dan buahnya. Mereka juga diajarkan antri dan bersosialisasi. “Kami dorong mereka agar membuang sampah pada tempatnya, antri, dan saling menghargai agar perilaku itu menjadi habit (kebiasaan) yang tertanam dalam mindset mereka” Darmawan (*) 

There are no comments yet, add one below.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*